Cersil Mandarin Lanjutan Goresan Di Sehelai Daun -

Li Wei memetik sehelai daun dari ranting terdekat. Daun itu masih hijau muda, lentur, berurat halus seperti peta sungai.

Di hadapannya, seorang murid bernama Li Wei, yang telah belajar ilmu silat Mandarin lanjutan selama dua belas tahun, menantang sang guru. Bukan dengan pedang, tetapi dengan sehelai daun kering. cersil mandarin lanjutan goresan di sehelai daun

Di puncak Kuil Awan Sunyi, seorang tua duduk bersila di atas batu yang licin karena embun. Ia bukan pendekar biasa. Namanya Master Chen Wei—pendekar buta yang konon mampu membaca isi surat musuh hanya dengan meraba tekanan tinta di atas kertas. Li Wei memetik sehelai daun dari ranting terdekat

Sang guru lalu meraba daun yang sama. Dengan jari yang halus seperti semut berjalan di atas sutra, ia menggoreskan sesuatu. Tak ada suara. Tak ada gerakan besar. Hanya getaran samar yang membuat ujung daun bergetar sepersekian detik. Bukan dengan pedang, tetapi dengan sehelai daun kering